Seasons of Fireworks

(berhubung internet di rumah lagi super dodol, kayaknya gw belom bisa upload nih video.. gw kasih linknya aja ya.. http://www.youtube.com/watch?v=-_HvaYXtboo)

Ni wei xiao de yan wo kan dao wu shu qing tian
Wen ni de lian de na yi tian yong you quan shi jie
Wei lai shi yi ge yuan quan zai ni wo wu ming zhi jian
Wei wo men nuo yan lai jia mian wan mei de ju dian

Yao bai ni yong jing wo wai tao de li mian wei ni dang feng xue
Rang ni kao zai wo de jian fen xiang mei yi ge ming tian


Reff:
Qian ni de shou qu gan jue yan huo zui mi ren de ji jie
Zhao liang xing fu de shun jian hao rang wo men kan de gan yuan
Qian ni de shou qu gan jue yan huo zui mi ren de ji jie
Dian liang sheng ming de yi qie zhang fang wo men de xi yue
Zai ai ni de mei yi tian

Zhen cang de hua mian quan dou shi ni de qing jie
Si nian ting ge zai ni de lian wen nuan bu hui qie
Wei lai shi yi ge yuan quan zai ni wo wu ming zhi jian
Wei wo men de nuo yan lai jia mian wan mei de ju dian

Yao ba ni yong jing wo wai tao de li mian
Wei ni dang feng xue
Rang ni kao zai wo de jian fen xiang mei yi ge ming tian

Qian ni de shou qu gan jue yan huo zui mi ren de ji jie
Zhao liang xing fu de shun jian hao rang wo men kan de gan yuan
Qian ni de shou qu gan jue yan huo zui mi ren de ji jie
dian liang sheng ming de yi qie zhan fang wo men de xi yue
Zai ai ni de mei yi tian

Guo qu xian zai huo wei lai ye qi dai jiang ni de ai xia zai
yong yuan bu geng gai you xin xin zhe yang ai ..wo no..

Qian ni de shou qu gan jue yan huo zui mi ren de ji jie
zhao liang xing fu de shun jian hao rang wo men kan de geng yuan
Qian ni de shou qu gan jue yan huo zui mi ren de ji jie
Dian liang sheng ming de yi qie zhan fang wo men de xi yue
Zai ai ni de mei yi tian




Walaupun gw sama sekali gak ada ide tentang arti dari lirik lagu ini, tapi tetep ni lagu so sweet abis.. dan sangat memorable buat gw, apalagi ngeliat klipnya, huahaha... pelacur..!! pelan-pelan curhat.. STOP..!! jangan kayak riri, hehe.. *piss ri..



In fact, I do miss those moments, just the moment, not anything else..




Gambar dibawah ini adalah salah satu scene yang menurut gw paling bagus di klip ini..


Smiling from ear to ear

Hihihi.. Lagi ada yang suka senyum-senyum sendiri nih..

-uploaded from my HP iPaq 912 pocket PC business messenger-

Hmm.. :-?

Hmm I think I've found that bright star..

Could it be..??

Isn't it a little bit too early..??

Permios..

Skripsweet dulu ya.. blog dan lain-lain minggir..

11 Maret

waduh, friend gw yang ultah tanggal 11 maret banyak juga, termasuk mama gw..



met ultah deh buat kalian semua, sukses selalu..

Happy Birthday Mama

Happy 53rd birthday mama..
wish you all the best.
Love you always..

Hanri si COMEL

Sungguh kalo seseorang megedepankan emosi daripada akal sehat, akibatnya muncul pertumpahan darah *lebay*..

Beberapa minggu yang lalu
Sempet ada cewe dari malaysia ngeadd gw di facebook. Ngakunya sama2 friend dari stiglitz. Yawda gw approve aja, dan sempet bales2an wall.

Permasalahan timbul pada saat dia ngirim wall terakhir, yang isinya: “kamu comel sangat..”. Buset.. emosi gw, padahal sebelom2nya kita masih ngomong baik2 kok gak ada angin gak ada ujan gw dikatain comel??

Langsung aja gw bales wallnya: “excuse me, what do you mean with comel??” *dengan nada emosi* dan langsung gw delete dia dari friend list gw, hehe.. puas dah (pada saat itu)

Tadi sore
Ada email masuk ke email gw, ternyta dari milis pilot04 (milis angkatan sma gw), email dari rosi yang isinya tentang perbedaan2 bahasa indonesia dan malaysia. Ada sekitar 20-30 perbedaan kata2 gitu. Dan yang paling bikin gw shock pada saat list kedua terakhir yang tertulis:

Malaysian = comel
Indonesian = imut-imut

WHAT??!!

Gila.. orang macem apa ya gw? Udah dipuji sama cewe eh gw malah marah.. ck..ck.. sumpah, sampe gw nulis ini blog gw masih ngerasa nyesel udah nyakitin hari seorang perempuan, memutus silaturahmi, dan kehilangan kesempatan kenalan lebih jauh dengan cewe malay *ups.. gak ada gunanya lu kemaren jalan2 ke Kuala Lumpur kalo comel aja gak ngarti han (lho??!!)

Makanya, jadi orang jangan su’udzon dan emosian.. jadinya kayak gini kan.. Mampuz..!!
Anyway, buat mbak malay, makasih banyak lho gw dibilang imut-imut (emang fakta juga siy..)

WE ARE THE YELLOW JACKETS

Satu lagi racauan gw yang tidak penting setelah beberapa lama gak bikin postingan di blog ini..

Kemaren hari jumat 7 Maret 2009, sekitar jam setengah 6 sore gw beres ngajar stat 1, gw langsung menuju parkiran mau langsung pulang. Sebelom pulang gw telp kakak gw dulu apakah dia mau ikutan pulang bareng atau nggak. Tapi ternyata dia masih ada urusan sampe jam 6 sore, jadinya dia nyuruh gw pulang duluan.

Yasud, gw langsung naek ke arashi tersayang dan menggeber mesinnya menuju kutek, pengen liat rumah yang lagi dibangun. Sampe di kutek dan beres ngeliat rumah tersebut udah sekitar jam 5.45 sore, which is tinggal 15 menit lagi menuju jam 6. Kasian juga kakak gw kalo disuruh jalan kaki ke rumah, akhirnya gw putuskan untuk muter2 aja di sekitar UI sampe jam 6, biar bisa pulang bareng.

Inti dari blog ini adalah muter2 gw di sekitar UI ini. Rutenya gw mulai dari kutek, menyusuri pager kuning sampe ke kukel, trus masuk ke UI dari gerbang kukel, muterin perpus pusat, balai sidang, balairung, asrama UI, balik ke FE karena jam udah menunjukkan jam 6 sore.

Selama perjalanan di UI itu, terutama di daerah perpus pusat, bikin gw berpikir kalo UI ini cantik banget. Gak ada universitas di Indonesia yang lansekapnya menurut gw sekeren UI. Mulai dari fakultas2nya, hutan2nya, danau2nya, jembatan teksas, balairung dan rektorat, mesjid UI dengan latar danaunya, bunderan psiko, hollywood..

Selama perjalanan itu gw cuman bisa bersyukur sama Allah, thanks to have me here.. Terima kasih udah memberikan gw kesempatan kuliah di Universitas terbaik di Indonesia ini. Gw menyadari kalo gw adalah salah satu dari sekian ribu orang yang beruntung bisa kuliah di UI, disaat ratusan ribu lainnya gagal untuk bisa menyandang predikat “WE ARE THE YELLOW JACKETS

*saat nulis kata2 we are the yellow jackets bikin gw bener2 merinding lho.. *

Semoga gw gak menyia2kan kesempatan yang udah dikasih ke gw ini dengan mencapai hasil yang maksimal, dan gw bisa “keluar”dengan tepat waktu, dengan predikat CUM LAUDE, so help me God..

I wish I could turn back and freeze the time, disaat tingkat-tingkat 2 jaman kehidupan kampus paling membahagiakan. But it’s obviously impossible..

WEBSITE YANG HARUS DI BANNED:

Facebook (biang keladi)

Yahoo messanger

Blogger

Ekonomi Regional = Teori Rumah Tangga

Kemaren pas kuliah Ekonomi Regional, dosen gw Suahasil Nazara ngajarin tentang modelling dalam ekonomi regional. Salah satu modelnya namanya export-based model, dimana suatu perekonomian region itu dibentuk oleh 2 jenis sektor, yaitu sektor basis (sektor yang menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi region tersebut secara langsung, yang ditentukan secara eksogen oleh region lain) dan sektor non-basis (sektor yang mendukung keberlangsungan sektor basis tersebut, yang ditentukan secara endogen oleh region tersebut).

Contoh yang dia kasih adalah kalo misalnya di tembagapura sektor basisnya adalah kegiatan tambang, yang dijual ke region lain, jadinya tergantung kepada pendapatan region lain. Sedangkan contoh sektor non-basis adalah seperti rumah makan, tukang cukur, angkot, dll di tembagapura yang secara langsung dipengaruhi oleh kegiatan ekonomi di dalam tembagapura itu sendiri.

Cukup teori regionalnya, bukan itu yang pengen gw bahas kali ini.

Yang menarik waktu itu si bapak sempet ngomong: “Sektor basis itu gak akan bisa berkembang kalo dia gak didukung oleh sektor non-basis, bakal frustasi dia, dan region tersebut harus mengimpor dukungan dari region lain”. Hmm.. dari situ gw ngeliat korelasi (lagi) antara ekonomi dan kehidupan manusia sehari2.

Analogi dalam kehidupan sehari2, dikerucutkan ke kehidupan rumah tangga atau sejenisnya, kalau satu pihak (baca: sektor basis) yang dianalogiin sebagai suami, gak didukung oleh pendukungnya (baca: sektor non-basis) yang gw analogiin sebagai istri, maka keluarga itu bakal jadi frustasi, dan butuh impor dari pihak lain, atau bisa dibaca sebagai selingkuh, hehe..

Terbukti kalo emang ekonomi itu indah karena ekonomi itu bisa menjelaskan semua fenomena yang terjadi di muka bumi ini (Sri Mulyani, 2005). Sepakat bu..

Revisi Bab 1 Skripsi

Dalam beberapa dekade terakhir, banyak negara-negara di dunia mengalami krisis mata uang (currency crises), sebagian besar diantaranya adalah negara-negara berkembang yang berada di Amerika Selatan dan Asia. Krisis mata uang secara umum diartikan sebagai tekanan terhadap nilai tukar dimana terjadinya perubahan nilai tukar yang lebih buruk dari nilai tukar yang sebelumnya sehingga mengakibatkan terjadinya perbedaan yang sangat jauh antara nilai tukar yang baru dan sebelumnya.

Faktor kunci dalam krisis nilai tukar adalah fundamental ekonomi. Teori ini, dikenal sebagai teori generasi pertama, the first generation speculative attack models, diperkenalkan oleh Krugman pada tahun 1979 dengan mengatakan bahwa krisis mata uang disebabkan oleh fundamental ekonomi yang buruk. Setelah dikembangkan lebih lanjut dikemukakan teori generasi kedua, second generation models, dengan self-fulfilling crises yang mengatakan bahwa krisis dapat muncul pada negara yang fundamentalnya baik apabila pengambil keputusan merasa biaya untuk mempertahankan nilai tukar jauh lebih besar dari manfaat yang akan diperoleh. Teori terakhir, generasi ketiga, dikenal sebagai contagion effect theory. Teori ini mengatakan krisis dapat menular dari negara satu ke negara lainnya melalui hubungan perdagangan (trade link) ataupun kesamaan fundamental ekonomi.

Salah satu krisis nilai tukar terbesar yang terjadi di Indonesia adalah krisis ekonomi yang terjadi pada tahun 1997. Terdapat beberapa pandangan mengenai penyebab krisis tersebut, terutama terbagi menjadi dua pandangan utama. Pandangan pertama diungkapkan oleh Krugman (1998) dan Miskhin (1999) yang berargumen bahwa penyebab utama krisis tersebut adalah kelemahan fundamental ekonomi dan kebijakan yang tidak konsisten. Pandangan kedua yang diungkapkan oleh Radelet dan Sachs (1998), Furman dan Stiglitz (1998) menyatakan bahwa akar permasalahan krisis di Asia Timur adalah pure contagion dan pasar yang tidak rasional. Sedangkan pendapat lain dari Corsetti, Pesenti dan Roubini (1998) serta Djiwandono (1999) mengambil jalan tengah dengan mengajukan argumen bahwa contangion dan kelemahan fundamental ekonomilah yang menyebabkan terjadinya krisis di Asia.

Dampak yang paling signifikan dari krisis 1997 tersebut adalah depresiasi nilai rupiah dari sekitar Rp2.200 per dolar Amerika Serikat, hingga mencapai titik terendahnya sekitar Rp20.000 per dolar Amerika Serikat. Depresiasi rupiah mengakibatkan perbankan mengalami kolaps akibat ketidakmampuan sektor swasta membayar utang-utang berdenominasi dollar yang mencapai US$68 miliar pada akhir 1997. Utang tersebut kebayakan disumbang oleh utang korporasi non-bank (US$54 miliar). Sektor swasta ini kemudian juga dibebani oleh tingginya suku bunga perbankan akibat tingginya inflasi. Besarnya beban sektor perbankan maupun sektor swasta membuat rasio NPL (nett) melonjak hingga 34,7% dan CAR jatuh hingga -15,7% pada tahun 1998. Krisis di pasar finansial kemudian diikuti oleh krisis ekonomi akibat karena sektor riil tidak mampu mendapatkan pembiayaan yang cukup dari perbankan. Jatuhnya grade investasi Indonesia juga membuat investasi asing langsung enggan masuk.

Selain krisis mata uang tahun 1997 tersebut, Indonesia saat ini dibayang-bayangi krisis finansial global yang dipicu karena adanya perlambatan ekonomi global setelah terjadinya krisis subprime mortgage di Amerika Serikat. Hal tersebut dikhawatirkan akan membawa dampak terhadap perekonomian Indonesia yang diawali dari krisis mata uang. Indonesia telah mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi dari 6,3% pada tahun 2007 menjadi 6,1% pada tahun 2008 dan diprediksi hanya sekitar 5% pada tahun 2009. Selain penurunan pertumbuhan tersebut, pada bulan Oktober 2008 rupiah terdepresiasi dari posisi awal di kisaran Rp9.000/US$ menjadi sekitar Rp11.000/US$ .

Dalam setiap periode krisis, kerugian yang diderita oleh suatu negara biasanya tidak kecil. Untuk periode krisis 1997, Bhattacharyay (1999) mengestikamsikan kerugian kotor yang diderita oleh suatu negara dalam setiap periode berkisar antara 9% dan 20% dari PDB. Sebagai bayangan, kerugian yang diderita Indonesia pada periode krisis mata uang tahun 1997 tersebut dilihat dari sektor perbankan memakan biaya pemulihan dan restrukturisasi hampir 45% dari PDB (Suta and Musa, 2003). Biaya yang ditimbulkan oleh krisis keuangan mempengaruhi cadangan devisa dan output secara signifikan. Berdasarkan data yang dikeluarkan IMF tahun 1997, pertumbuhan GDP riil Indonesia sebesar 4,6% dan di tahun 1998 pertumbuhan tersebut hanya mencapai -13,7% yang dapat diartikan bahwa Indonesia harus menanggung biaya krisis sebesar 9,1%.

Krisis ekonomi dapat dihindarkan jika pemerintah mampu membaca sinyal akan ternyadinya krisis sehingga dapat mengantisipasi terjadinya krisis dengan kebijakan-kebijakan yang relevan, misalnya Indonesia pada krisis periode 1997 dimana sinyal yang terjadi adalah neraca berjalan yang negatif, terjadinya ekspansi kredit besar-besaran dimana kebanyakan dari kredit tersebut digunakan untuk investasi jangka panjang, serta para investor yang mulai meninggalkan Indonesia.

Kaminsky, Lezondo, dan Reinhart (2000) menyatakan bahwa tidak ada krisis yang terjadi secara mendadak. Ancaman akan datangnya krisis dapat dideteksi dengan melihat pergerakan indikator-indikator ekonomi baik mikro (posisi neraca pembayaran, pertumbuhan ekonomi, inflasi, nilai tukar, suku bunga, dan uang beredar) maupun melalui indikator-indikator makro (indikator perbankan, pasar modal, dan sektor riil). Krisis yang dialami oleh Indonesia dan negara-negara lain pun tidak terjadi secara mendadak. Oleh karena itu sangat relevan apabila dibangun sebuah metode peringatan dini (early warning system) dalam sebuah perekonomian sebagai alat penangkap sinyal-sinyal terjadinya gangguan terhadap perekonomian tersebut. Dengan demikian, penanganan yang tepat terhadap gangguan tersebut dapat mencegah terjadinya sebuah krisis dalam perekonomian tersebut dan biaya kerugian yang terjadi dapat diminimalisir.

Pengembangan model Early Warning System mulai banyak dilakukan setelah terjadinya krisis di tahun 1990-an. IMF dan ADB secara jelas menyatakan bahwa dibutukannya suatu perangkat early warning system untuk mendeteksi krisis secara dini. Sejak saat itu penelitian untuk menciptakan model early warning system mulai banyak dilakukan. Penelitian tersebut diantaranya adalah yang dilakukan oleh Kamisky, Lizordo, dan Reinhat yang telah mengembangkan leading indicator of currency crises (1998), Berg dan Patillo yang menggunakan model probit (1999), Goldman dan Sachs yang menggunakan model logit (1998), dan lain-lain.

Walaupun telah banyak metode yang dikembangkan untuk mengembangkan sebuah model yang dapat memberikan peringatan dini tersebut, masih belum banyak metode yang diterapkan dalam kasus Indonesia. Sampel-sampel yang digunakan dalam penelitian-penelitian tersebut kebanyakan menggunakan data negara-negara Eropa ataupun Amerika Selatan. Kalaupun terdapat penelitian dengan sampel Indonesia, penelitian tersebut menggunakan metode yang tidak aktual.

Adapun beberapa penelitian yang telah dikembangkan di Indonesia antara lain adalah leading indicator oleh Eric Alexander (2003), composite leading indicator oleh Tulus Tambunan (2002), dan lain-lain.

Wisata Kuliner di Bogor

Ya ampun, gw lupa satu pengalaman baru yang gw alami bulan januari kemaren belom dipost di blog ini.. Payah nih, pikun, yang ada cerita jalan2nya gak sesuai runtutan waktu deh. Tapi yasuw lah, daripada nggak sama sekali..

Jadi ceritanya 2 hari sebelom gw ke singapura, atau tepatnya hari kamis tanggal 15 Januari 2008, gw sama isa mewujudkan keinginan yang telah lama terpendam: ke bogor wisata kuliner dan naek motor. Lumayan terdengar gila emang ke bogor naek motor, bahkan orang2 rumah gw juga sampe bingung gw mau ke bogor naek motor, haha..

Ceritanya hari kamis pagi sekitar jam 8 si isa udah nyampe rumah gw ngejemput. Kita berdua pake motornya isa. Lanjut ngejemput riri di rumahnya di daerah juanda depok. Lanjut ngejemput ida, yang bakal dibonceng riri yang rumahnya gak terlalu jauh dari rumahnya riri. Tapi cukup terkejut begitu tau ada seorang akhwat aktivis simpatisan PKS ternyata baru bangun jam 9 pagi??!! (lebay deh lu). Jadinya kita terpaksa nunggu di depan rumahnya ida, dengan kekhawatiran keujanan karena mendung udah berat banget.

Jalan ke bogor lewat juanda terus ke jalan raya bogor sampe mentok ke bogor makan waktu sekitar 40 menitan. Luamayan juga buat bikin pantat makin seksi. Sampe bogor sekitar jam 10.15, kita langsung menuju taman kencana buat makan bubur ayam. Ini bubur ayam yang selalu gw sekeluarga beli tiap hari minggu waktu gw masih tinggal di bogor. Satu porsinya IDR5.000. Masih tetep enak pun kalo menurut gw gak seenak dulu.

Tujuan berikutnya makan bakso di daerah bangbarung, deket rumah gw dulu. Nama baksonya bakso Boboho. Baksonya bakso urat, yang kalo menurut gw lebih enak dibandingin bakso kotak di kukel. Yaiyalah, secara harganya hampir 2 kali lipet. Semangkok bakso seharga IDR9.000 dan es jeruk seharga IDR6.000.

Lanjut kita shalat dzuhur di mesjid raya (mesra). Tentu saja gak ada yang dimakan disini, hehe.. disini kita mulai bingung mau makan apa lagi. Akhirnya si ida menyarankan kalo kita makan risoles di boker (baca: botani square). Lanjutlah kita makan di boker yang jaraknya gak terlalu jauh dari mesra tersebut. Risoles mayonnaise dan keju kalo gak salah, satunya IDR5.000. Enak, tapi lumayan mahal untuk ukuran segitu, padahal gw sama isa cuman modal minta, hehe..

Makanan selanjutnya adalah makaroni panggang. Disitu kita cukup membuat malu karena berkali2 nanya sama mas2nya bedanya yang biasa dan yang super, dan selisih antara ukuran sedang dan besar, karena kita ingin mendapatkan utilitas terbesar dengan pengorbanan tertentu sesuai hukum ekonomi (atau lebih dikenal dengan gak mau rugi), hehe.. Jadinya kita beli makaroni panggang biasa ukuran sedeng seharga IDR45.000, lumayan enak, tapi gw lebih suka sama yang bikinan gw sendiri.

Abis dari makaroni panggang kita lanjut ke death by chocolate (DBC). Tempatnya juga gak terlalu jauh dari makaroni panggang, di daerah menuju ciremai ujung gitu. Disitu gw beli DBC, sejenis kue coklat berbentuk kuburan seharga IDR30.000 yang coklat bangettt!!! Enak!!! dibawa pulang buat oleh2.

Abis dari DBC kita shalat ashar di masjid agung di daerah pasar anyar. Sempet tidur2an bentar disini karena lumayan capek, dan si isa sempet boker (bukan singkatan –red) dulu.

Makanan berikutnya (buset!!) adalah somay di samping ngesti surya kencana. Ini somay favorit nyokap gw. Secara daerah orang cina, jadinya biasanya makanannya enak2, dan mahal2. Satu bijinya seharga IDR2.500, gw beli 3 biji. Ikannya berasa banget dan kuahnya gak kayak kuah2 standar.

Lanjut kita makan sate padang di depan kentucky baranang siang. Dulu gw sering banget beli sate ini, favoritnya bokap. Yang mantabnya dia pake daging has dalem, jadinya super empuk. Tapi entah kenapa rasanya gak seenak dulu, yang ini lebih hambar dan gak seempuk dulu. Rada kecewa udah ngeluarin IDR10.000 seporsinya.

Abis makan sate padang kita shalat magrib di masjid raya lagi. Sebenernya gw udah pengen muntah kekenyangan, dan gw kira bakal pulang abis itu, tapi ternyata...

Kita lanjut makan nasi goreng Guang Cho (kalo gak salah). Kita tau ada nasi goreng ini dari buku wisata kuliner yang ada di gramedia. Tempatnya ada di jalan pajajaran lewat dikit dari villa duta (sekitar sebrangnya jalan masuk ke kesatuan). Gw beli nasi goreng ayam seharga IDR16.000. Enak dengan ayam yang bertaburan, recommended lah. Tapi gw gak sanggup ngabisinnya, akhirnya separo dibungkus dibawa pulang.

Abis nasi goreng akhirnya kita pulang lewat jalan yang sama (jalan raya bogor) dengan waktu tempuh yang relatif sama, lengkap dengan deg2an gara2 si geblek bawa motor ngebut banget. Sampe depok sekitar jam 10 malem, langsung istirahat karena lusanya mau ke singapur, hore..

Kesimpulan: Kita makan 8 (DELAPAN) kali sehari *gak percaya? Itung aja kata yang gw bold merah diatas* dengan pengeluaran buat makan IDR128.500, belom termasuk parkir dll. Relatif murah untuk ukuran 8 (DELAPAN) kali makan.

Kol, Kopi, atau Telur

Secara gw belom jalan2 lagi dan belom ada topik yang menarik buat ditulis, dan daripada blog gw kosong tak terurus, mending gw copas email dari si fajri aja, lumayan inspiring kok, hehe..

Ada seorang anak yang mengeluh kepada bapaknya karena ia merasa kesulitan di lingkungan barunya. Lalu sang ayah bertanya kepada anaknya mengenai hal yang membuatnya merasa kesulitan, namun anak tersebut kesulitan untuk menjelaskan masalahnya..

Disaat menjelang makan malam, sang ayah mengajak anaknya ke dapur untuk menyiapkan makan malam, di dapur terdapat kembang kol, telur dan bubuk kopi. Sang ayah lalu menunjukan kembang kol kepada anaknya, "nak lihatlah kembang kol ini, keras dan kaku". Kemudian sang ayah merebus kembang kol tersebut, setelah selesai direbus sang ayah kembali menunjukan kembang kol tersebut dan berkata, "setelah direbus kembang kol ini berubah nak, jadi fleksibel dan lunak".

Lalu sang ayah menunjukkan sebutir telur ayam mentah, dan menunjukkan kepada anaknya tersebut, "nak lihatlah telur ini, terlihat keras tetapi didalamnya cair". Kemudian sang ayah merebus telur mentah tersebut. Setelah matang, sang ayah menunjukkan telur tersebut dan memecahannya, "nak lihatlah telur ini berubah menjadi keras setelah direbus".

Kemudian sang ayah menunjukkan bubuk kopi, dan menyuruh sang anak merasakan kopi tersebut, "nak bubuk kopi ini rasanya pahit kan?". Kemudian sang ayah merebus bubuk kopi tersebut dan setelah matang, "nak bubuk kopi ini dapat merubah air yang semula jernih menjadi hitam dan rasa air yg semula tak berasa menjadi berasa".

"Dapatkah kau menangkap sifat2 kopi, telor dan kembang kol itu nak?"

"Anggaplah air rebusan itu sebagai masalahmu, dari ketiga jenis bahan makanan tersebut, sifat yang mana yg kau inginkan?"

"Kol yang semula keras dan kaku berubah menjadi fleksibel dan lembut setelah mendapat masalah, atau telur yang terlihat rapuh berubah menjadi keras setelah menghadapi masalah, atau kopi yang awalnya hanya serbuk2 namun dapat merubah warna air tersebut menjadi hitam dan mengubah rasa air tersebut".

Apakah anda ketika menghadapi masalah?kol, telur atau kopi?

source: deltaFM

Refleksi diri di pagi buta

Udah dua setengah bulan ini gw pasang internet yang unlimited di rumah, niatnya sih biar mempermudah pengerjaan skripsi, karena bisa nyari bahan apapun disaat kapanpun kepikiran pengen nyari bahan tersebut. Tentu saja dengan kebutuhan leisure sampingan seperti facebooking, chatting, blogging, browsing, dll..

Tapi entah kenapa kayaknya perbandingan antara penggunaan terhadap pencarian bahan dan leisure tadi kontras banget di bagian leisure, artinya kenapa malah gw jadi sering buang2 waktu buat facebooking, chatting, dll. alih2 nyari bahan buat skripsi?? Hal ini terlihat dari perbandingan window yang terbuka yang teralokasikan buat bahan skripsi dan leisure, bisa 3:1, benar2 diluar harapan awal bbukan??

Banyak sih keluhan temen2 gw kalo facebook dkk itu bagaikan setan yang menjerumuskan orang ke jurang mudharat (baca: buang2 waktu). Tapi bahkan kita sendiri sering ngajakin chatting orang, ngetag2in orang, ngewall2in orang.. Berarti kita juga setan dong mendorong orang buat buang2 waktu di facebook dll? Haha..

Anyway, semua itu berbalik pada diri kita sendiri dong, secara kita dikasih akal, pikiran dan kemampuan untuk membagi waktu dengan baik. Cuman masalahnya adalah mau atau gak mau. Dan seringkali kita gak mau.

Gw nulis kayak gini bukan berarti gak mau ditag, diwall, diajak chatting, dll lho. Gw sangat mencintai kegiatan itu dan gw juga sering melakukan hal yang sama ke orang. Intinya sih gw cuman pengen ngingetin diri sendiri aja kalo gw harus mulai bikin prioritas dalam membagi waktu gw. Mending kalo bisa inget, biasanya mah lupa lagi. Contohnya sekarang, harusnya nyari jurnal buat ketemu Bu Lana besok malah blogging, hahaha...

Nice message

1. KETIKA AKAN MENIKAH
Janganlah mencari isteri, tp carilah ibu bg anak-anak kita Janganlah mencari suami, tp carilah ayah bg anak-anak kita.

2. KETIKA MELAMAR
Anda bukan sedang meminta kepada orang tua/wali si gadis, tetapi meminta kepada Allah melalui orang tua/wali si gadis.

3. KETIKA AKAD NIKAH
Anda berdua bukan menikah di hadapan penghulu, tetapi menikah di hadapan Allah

4. KETIKA RESEPSI PERNIKAHAN
Catat dan hitung semua tamu yang datang untuk mendoa\'kan anda, karena anda harus berfikir untuk mengundang mereka semua dan meminta maaf apabila anda berfikir untuk BERCERAI karena menyia-nyiakan do'a mereka.

5. SEJAK MALAM PERTAMA
Bersyukur dan bersabarlah. Anda adalah sepasang anak manusia dan bukan sepasang malaikat.

6. SELAMA MENEMPUH HIDUP BERKELUARGA
Sadarilah bahwa jalan yang akan dilalui tidak melalui jalan bertabur bunga, tp jg semak belukar yg penuh onak dan duri.

7. KETIKA BIDUK RUMAH TANGGA OLENG
Jangan saling berlepas tangan, tapi sebaliknya justru semakin erat berpegang tangan

8. KETIKA BELUM MEMILIKI ANAK.
Cintailah isteri atau suami anda 100%

9. KETIKA TELAH MEMIKI ANAK.
Jangan bagi cinta anda kepada (suami) isteri dan anak anda, tetapi cintailah isteri atau suami anda 100% dan cintai anak-anak anda masing-masing 100%.

10.KETIKA EKONOMI KELUARGA BELUM MEMBAIK.
Yakinlah bahwa pintu rizki akan terbuka lebar berbanding lurus dengan tingkat ketaatan suami dan isteri

11.KETIKA EKONOMI MEMBAIK
Jangan lupa akan jasa pasangan hidup yang setia mendampingi kita semasa menderita

12.KETIKA ANDA ADALAH SUAMI
Boleh bermanja-manja kepada isteri tetapi jangan lupa untuk bangkit secara bertanggung jawab apabila isteri membutuhkan pertolongan Anda.

13.KETIKA ANDA ADALAH ISTERI
Tetaplah berjalan dengan gemulai dan lemah lembut, tetapi selalu berhasil menyelesaikan semua pekerjaan.

14.KETIKA MENDIDIK ANAK
Jangan pernah berpikir bahwa orang tua yang baik adalah orang tua yang tidak pernah marah kepada anak, karena orang tua yang baik adalah orang tua yang jujur kepada anak ..

15.KETIKA ANAK BERMASALAH
Yakinilah bahwa tidak ada seorang anakpun yang tidak mau bekerjasama dengan orangtua, yang ada adalah anak yang merasa tidak didengar oleh orang tuanya.

16.KETIKA ADA PIL.
Jangan diminum, cukuplah suami sebagai obat.

17.KETIKA ADA WIL
Jangan dituruti, cukuplah isteri sebagai pelabuhan hati.

18.KETIKA MEMILIH POTRET KELUARGA
Pilihlah potret keluarga sekolah yang berada dalam proses pertumbuhan menuju potret keluarga bahagia.

19.KETIKA INGIN LANGGENG DAN HARMONIS
Gunakanlah formula 7 K (Ketaqwaan, Kasih sayang, Kesetiaan, Komunikasi dialogis, Keterbukaan, , Kejujuran, Kesabaran)


Semoga bisa diterpakan, bukan cuman jadi postingan sekedar postingan, amin..
sumber: dari emailnya ledot dari http://kaskus.us/showthread.php?t=1420061

Design Rumah Depok

Sedikit pamer design rumah yang udah gw rancang buat rumah barunya kakak gw di depok. Design rumah pertama yang bener2 dibangun, bukan hanya sekedar ngbangun di the sims, hehe..

Bikinnya pake corel draw X3 dan dengan bantuan visualisasi the sims. Terbukti kalo games juga bisa bermanfaat secara langsung dalam kehidupan sehari-hari..

Ini rumah di daerah Kukusan Beji Depok, dengan luas tanah 129,6 meter persegi dan bangunan 48 meter persegi. Rumah sederhana dengan 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, dan 1 ruang multifungsi (bisa buat ruang tamu, keluarga, dan makan).

Grrr...

Dasar goblok.. kenapa sih selalu terlambat menyadari sesuatu dan terlambat untuk bertindak..

Singapore & Kuala Lumpur Trip - photo gallery

Berikut adalah beberapa hasil jepretan kami selama di Singapura dan Kuala Lumpur, sedikit pamer, hehe..
























Singapore & Kuala Lumpur Trip - part 2

Senin, 19 Januari 2009

Lagi2 kita berdua bangun kesiangan. Jam 7.30 kita baru bangun. Langsung shalat subuh, beres2, check-out dengan membawa barang2 segede gunung. Tujuan pertama (dan terakhir) adalah kembali berfoto2 di merlion park. Kita naik bus no. 32 lagi dan turun di bedok buat naek MRT ke city hall. Perjalanan kali ini harus beli tiket manual, gak bisa pake STP lagi arena udah habis masa berlakunya.

Sampe di merlion park udah jam 9 lebih. Sempet foto2 dan makan roti yang kemaren dibeliin sama temen kakak gw. Pas kita lagi di merlion park, ada segerombolan turis cina yang heboh banget foto2, sampe2 gak nyadar kalo dia ngalangin kamera gw. Dasar udik..!! gak bisa cool kayak bule2 gitu.

Kita cabut dari merlion park sekitar jam 10. Tujuan berikutnya langsung ke Bandara Changi, untuk kemudian bertolak ke Kuala Lumpur. Hiks, berakhir pula liburan di Singapura. Sampe changi sekitar jam 10.40. Kita langsung cari tourist information centre buat ngerefund STP, yang ada di terminal 2.

Setelah ngerefund dan dapet S$10, kita langsung cari bis ke budget terminal, karena tiger aiways itu dilayani di budget terminal. Perjalanan ke budget terminal sekitar 5 menit termasuk nunggu bisnya. Budget terminal itu sendiri masih ada di lingkungan changi, tapi hanya terdiri dari satu lantai, tanpa ada ruang tunggu seperti layaknya terminal biasa, cuman ada gate2 doang. Tapi tetep nyaman dilengkapi dengan internet gratis.

Penerbangan ontime, take-off sekitar jam 13.10. Sama seperti lion air, tidak ada makanan yang disajikan barang secuil, kalo mau makan/minum, kita harus beli dari mereka. Penerbangan kali ini sungguh tidak nyaman, pesawatnya turun naik gak jelas berasa lagi naek kora2. Apalagi pas mau mendarat, itu bener2 bikin gw pertama kalinya takut naek pesawat. Perjalanan ternyata cuman sekitar 30-40 menit, bahkan gw baru mau tidur, si pilot udah bilang kita mau mendarat, *gubraks*..

Mendarat di LCC terminal Kuala Lumpur International Airport sekitar jam 14.00, waktu KL sama dengan waktu singapura. Sungguh mengejutkan, itu bandara tidak lebih bagus dari terminal kampung rambutan. Bahkan bandara sultan thaha jambi berasa lebih “bandara” dibanding yang satu ini. Sebenernya katanya main terminalnya bagus, tapi entah kenapa LCC terminal ini parah banget.

Setelah melewati imigrasi, tanpa nunggu bagasi karena semua bagasi dibawa ke kabin, dan tanpa melewati customs sama sekali. Hmm.. kayaknya kalo mau bawa narkoba gampang tuh, hehe.. Keluar Arrival hall, kita langsung cari money changer, karena gak punya ringgit sama sekali. Setelah nuker ringgit, kita ke food courtnya buat makan siang. Gw dan kakak gw makan nasi lemak pake ayam seharga RM6, lumayan murah dan lumayan enak.

Abis makan kita naek aerobus menuju pusat kota KL, karena bandara KLIA ini berjarak 70km dari pusat kota KL. Harga bus RM8 dari KLIA ke KL central. Sampe KL Central sekitar jam 17.00 langsung naek LRT (sejenis MRT di singapura) ke stasiun pasar seni yang cuman berjarak 1 stasiun dari KL central, dengan tiket RM1. Dari pasar seni kita jalan sekitar 500m kearah chinatown dimana hotel kami berada.

Sampe hotel, check-in, kita langsung tidur kecapean. Bangun2 jam 20.00. Kita langsung keluar muat makan malem setelah minta peta KL ke resepsionis hotel. Kita makan di Mcdonald (sesuai ritual) di depan Petaling street, gw makan happymeal seharga RM7.

Lanjut rencananya cuman mau jalan2 di sekitar chinatown aja, tapi ternyata dari chinatown keliatan KL tower, yaudah, kita jalan kearah KL tower itu, trus foto2 dibawahnya. Dari KL tower keliatan menara kembar Petronas (KLCC – Kuala Lumpur City Centre), lanjutlah kita jalan ke KLCC itu. Trus kita foto2 dengan latar belakang menara petronas yang menyala dengan kerennya. Padahal sebenernya jarak dari chinatown ke KLCC itu jauh lho, sekitar 5km ada kali. Pulangnya kita naek LRT sekitar 4 stasiun dari pasar seni. Sampe di hotel sekitar jam 22.30, beres2, tidur.

Selasa, 20 Januari 2009

Ritual pagi adalah kesiangan bangun. Setelah ganti baju dan beres2, kita siap2 buat jalan2 dalem kota aja disekitar chinatown juga. Rute awal adalah mengunjungi pasar seni dulu, survey2 oleh2 yang mau dibeli lusa. Abis itu kita jalan kearah National Mosque Malaysia. Disitu foto2 bentar, trus lanjut jalan ke lake garden yang berlokasi di sekitar belakang nationla mosque. Di lake garden ini banyak taman2 kecil, ada taman kupu2, taman bunga, taman burung, dll. Tapi berhubung masuknya bayar sekitar RM18, kita gak jadi masuk, yang ada masuk ke taman bunga karena gratis, tapi didalemnya serius gak ada apa2 yang bisa dilihat.

Lanjut ke Tun Abdul Razak memorial. Berhubung masuknya gratis, jadi kita masuk aja. Tapi lagi2, ini cuman kayak museum aja, gak terlalu menarik. Abis dari memorial itu udah jam 13.30 udah masuk waktu zuhur, akhirnya kita shalat zuhur + ashar di national mosque lagi.

Tujuan berikutnya mau belanja di Ikea, kita harus naek LRT ke arah Kelana jaya atau stasiun terakhir line tersebut. Jam udah menunjukkan jam 15.30. Dari stasiun kelana jaya ada shuttle bus ke Ikea, tapi ternyata bus itu baru dateng jam 16.30. Jadi kita terpaksa nunggu di halte bus sekitar satu jam lebih. Sampe di Ikea langsung muter2, dan kakak gw belanja perabot2 warna merah sesuai dengan warna favoritnya. Beres belanja di Ikea sekitar jam 19.00 dan kita makan hot dog dulu di pujaseranya Ikea. Hotdog seharga RM2 dan coke (refill) RM1, murah, hehe..

Rencana selanjutnya adalah ketemu sama temen kakak gw (kak dila), tapi karena satu dan lain hal dia minta kita ketemuan di Ikea jam 10 malem, trus dia mau ngajak makan malem dan dianter ke hotel pake mobilnya dia. Jadilah kita nunggu di Ikea selama sekitar 3 jam. Untungnya disekitar Ikea itu kayak kompleks mall juga, ada Ikano dan the curve. Secara udah puas jalan2 di mall di singapura, jadinya kita gak terlalu bernafsu buat jalan2 di mall itu, tapi lumayan lah buat killing time.

Jam 10 kita ketemuan sama kak dila itu, trus diajak ke rumahnya dia sebentar buat ngejemput kakaknya lagi buat nemenin dia setelah ngaterin kita ke hotel nanti. Abis itu kita diajak makan di sebuah restoran thailand di daerah damansara. Waktu saat itu udah lebih dari jam 23.00.. Menu yang dipesan ada tom yam, ikan 3 rasa, semacam sayur sawi, dan sotong. Kayaknya sih lumayan mahal, secara satu jenis makanan harganya sekitar RM20-30an. Tapi untungnya ditraktir, hehe.. dan rasanya top, enak2.. memang harga gak pernah bohong..

Abis makan kita dianterin ke hotel, setelah sebelomnya diajak muter2 sebentar di pusat kota KL. Sampe hotel jam 00.30, gak minat mandi, langsung ganti baju, shalat, tidur..

Rabu, 21 Januari 2009

Rencana pagi ini adalah ngantri tiket buat naek ke skybridge petronas tower sepagi mungkin, tapi apadaya ritual bangun kesiangan terjadi lagi. Akhirnya jam 9.30 kita baru sampe di KLCC dan dapet tiket buat naek ke skybridge yang jam 11.45. Selagi nunggu kita maen2 aja di musium KLCC itu, ada cerita2 tentang pembangunan twin tower petronas, profil, dll. Ada juga beberapa permainan yang ada di petrosainsnya, petrosains itu kayak di ppiptek taman mini, banyak permainan2 yang berbau2 ilmu pengetahun dan fisika gitu.

Beruntungnya, pas jam 10.15 tiba2 kita ditawarin buat naek ke skybridge saat itu juga. Lumayan lah, jadi kita langsung bisa naek. Sebelom naek kita disuruh nonton film 3 dimensi tentang menara petronas itu. Trus kita harus ngelewatin pemeriksaan barang dan metal detector sebelom naek ke lift. Skybridge itu ada di lantai 44, dan waktu tempuh liftnya cuman 40 detik, lumayan cepetlah. Sampe diatas, ternyata lumayan keren, pemandangan kota KL. Tentu saja harus berfoto2. Tapi kita cuman dikasih waktu 15 menit diatas situ. Tapi lumayan lah, berada di tempat dimana catherine zeta jones pernah berada (film entrapment).

Setelah turun dari skybridge, kita nuker uang lagi, secara ringgitnya udah abis (lagi). Trus jalan2 bentar di Suriah KLCC, mall yang ada didasar kaki kedua menara kembar itu. Abis itu sekitar jam 12.00 kita makan siang di pujasera mall itu, gw makan mie ipoh seharga RM6 dan teh tarik seharga RM1,8, keduanya enak.

Abis makan kita turun ke taman didepan Suria KLCC, di taman itu kita dapet spot terbaik buat berfoto dengan petronas tower. Setelah berfoto2 dan mengisi botol minum di water tab yang ada di taman itu, kita jalan ke KL tower. Jalan kaki mungkin sekitar 30 menit. Tapi sampe di KL tower ternyata harus bayar RM38, akhirnya diputuskan untuk gak jadi naek.

Tujuan ebrikutnya adalah shalat di masjid jamek. Dari KL tower harus naik monorail terus nyambung LRT. Begitu sampe, gw rada bingung kenapa masjid ini dijadiin obek wisata, padahal menurut gw mah biasa aja, malah cenderung kayak masjid pada umumnya, gak ada yang spesial.

Tujuan selanjutnya adalah jalan masjid india, katanya disini banyak yang jual suvenir2 malaysia gitu sama kain2 india. Tapi kayaknya barang2nya lebih mahal dibanding pasar seni, dan tempatnya uga gak senyaman pasar seni. Akhirnya kita cuman beli oleh2 kain malaysia buat mama dan kakak gw bros2 gak penting gitu.

Tujuan berikutnya adalah ketemuan sama temen kakak gw yang lain (namanya Su) di Suriah KLCC. Akhirnya kita balik lagi ke KLCC. Saat itu udah menunjukkan jam 18.00 pas sampe di KLCC. Begitu ketemu dengan Su, dia mau traktir lagi makan malem, hehe.. lumayan makan gratis lagi. Dan lagi2 gw makan di foodcourtnya Suria KLCC. Kali ini gw makan nasi biryani seharga RM7,5 enak dan pedassshh..

Abis makan gw menemani kedua perempuan itu keliling2 mall belanja2 baju, buku, makanan, dll. dengan kondisi kaki yang udah hampir copot karena jalan selama 4 hari berturut2. Kita pulang bareng naik LRT, tapi kak Su itu turun duluan satu stasiun sebelum gw turun. Sampe hotel sekitar jam 22.00. Mandi, beres2, shalat, packing2 karena besok pulang ke jakarta, dan tidur.

Kamis, 22 Januari 2009

Tanpa melupakan ritual bangun kesiangan, pagi2 sebelom check-out jam 12 siang, kita jalan2 dulu di dalam kota. Pagi2 pengen cari pedagang nasi lemak tradisional buat sarapan. Nemu di depan stasiun pasar seni. Kita beli 2 bungkus nasi lemak dengan lauk sotong seharga RM5, murah banget dan rasa yang sepadan.
Abis makan udah sekitar jam 10.00, kita berencana mau ke mall2 yang ada di bukit bintang. Perjalanan ke bukit bintang sekitar 30 menit dan harus ganti monorail di stasiun dang wangi. Di bukit bintang kita cuman sempet masuk ke 1 mall namanya lot10, kita sempet masuk ke iSetan, sama aja dengan yang di KLCC atau di singapur. Di bukit bintang ini gak beli apa2, cuman pengen liat aja. Dan yang ngeselin, toilet di mall ini harus bayar RM2, ada2 aja toilet mall harus bayar.

Jam 11.10 kita cabut dari bukit bintang buat check-out hotel. Jam 11.45 sampe di hotel, chech-out, trus kita jalan ke pasar seni buat beli oleh2. Disitu gw beli beberapa oleh2 seharga RM25, lumayan murah dibandingkan oleh2 di singapura.

Lanjut kita jalan lagi ke KLCC (lagi-lagi) buat makan siang di pujasera. Tapi berhubung kita sampe di KLCC pas jam makan siang, kita ngaso2 dulu di taman di depan Suria KLCC itu. Jam 14.00 kita masuk ke pujaseranya, kali ini gw makan nasi lemak pake paru seharga RM6,5 lumayan murah dan rasa yang sepadan, dan juga ditemani teh tarik.

Abis makan sekitar jam 15.00, dan berfoto2 untuk yang terakhir, kita jalan ke KL central buat naik bis ke KL International Airport. Perjalanan ke bandara lancar, sekitar jam 17.00 kita sampe di LCC terminal KLIA. Setelah check-in, kita shalat zuhur + ashar, jalan2 di duty free buat ngabisin ringgit, trus masuk deh ke ruang tunggu setelah melewati imigrasi.

Ini pertama kali gw naik air asia dimana di boarding pass gak ada nomor seatnya, udah kayak naik bis aja. 30 menit sebelom boarding, orang2 udah antri di gate, gw juga sih, secara males juga kalo dapet duduk kepisah sama kakak gw. Begitu gate dibuka, gw langsung melesat dan jalan secepat mungkin ke pesawat, dan dengan pintarnya gw naik dari tangga belakang, disaat orang2 ribed ngantri di tangga depan. Alhamdulillah gw dapet di jendela dan bagian belakang, seperti halnya yang selalu gw lakukan tiap naik pesawat.

Penerbangan delay sekitar 15 menit, dan mendarat di jakarta sekitar jam 20.00. Seperti biasa penerbangan tanpa makanan sedikitpun. Kalaupun mau makan harus beli. Sampe di sukarno hatta, jadi bete gara2 imigrasi yang lelet. Masa dari sekitar 3-4 pesawat yang mendarat, cuman 3 jalur paspor domestik yang dibuka, grr.. jadinya lama baru bisa keluar.

Jam 8.30 malem baru bisa keluar, trus makan malem dulu di KFC, pulang naik damri ke pasar minggu. Di damri ketemu si wina yang baru dateng dari medan. Sampe pasar minggu nyambung mikrolet ke terminal depok, trus naik 04 sampe ke rumah. Sampe rumah sekitar jam 11 malem lewat, buka2 oleh2 dulu sambil cerita2 sama mama. Baru tidur jam setengah 3 pagi akhirnya. Berakhir pula liburan gw kali ini yang anti klimaks.

-bersambung ke gallery photo-

Singapore & Kuala Lumpur Trip - part 1

Minggu lalu gw dan kakak gw berkesempatan mengunjungi 2 negara tetangga Indonesia dalam rangka liburan. Berhubung kali ini versi murah, tidak seperti jalan2 sama ortu, jadi segala sesuatu harus dipersiapkan dengan matang dan dengan segala macam perbandingan future expense.

Pra Keberangkatan

Tiga minggu sebelom keberangkatan, gw udah ngesearch2 tiket2 murah dan hotel yang disesuaikan dengan tanggal yang telah disepakati. Akhirnya diperoleh tiga rute tiket: Jakarta - Singapura pake lion air @ Rp499.000, Singapura - Kuala Lumpur pake Tiger air @ S$28, dan Kuala Lumpur - Jakarta pake Air Asia @ RM 156. Hotel selama di singapura di Gas81 di daerah Bedok yang semalemnya S$40, dan di KL di Backpacker traveler's Inn di daerah chinatown semalemnya RM32.

Biar lebih hemat lagi, berhubung ada penghapusan fiskal bagi pemegang NPWP, jadinya gw dan kakak gw bikin NPWP dulu. Ternyata prosesnya gampang banget. Kita tinggal daftar online, trus print formulir yang udah ada data2 kita, trus dibawa deh ke KPP deket tempat kita tinggal. Langsung dapet kartu NPWP dan anda siap pergi keluar negeri bebas fiskal, hehe..

Sabtu, 17 Januari 2009

Jam setengah 5 taksi yang dipesen semalem sebelomnya udah dateng. Kita berdua langsung naek dan berangkat ke Bandara. Perjalanan super lancar secara hari sabtu dan subuh2 pula, cuman sempet berenti di mesjid di tanjung barat gara2 supirnya belom shalat subuh.

Sampe di bandara terminal 2E jam 6:15. Langsung check-in dan menuju ke konter bebas fiskal. Disitu kita dimintain boarding pass, paspor, dan kartu NPWP tersebut. Sebenernya harusnya kita ngasih fotokopi paspor dan kartu NPWP, tapi entah kenapa waktu itu gak dimintain. Proses bebas fiskal berjalan dengan baik, langsung menuju ke imigrasi, masuk ruang tunggu deh.

Penerbangan jam 7.55, tapi seperti biasa lion air delay sekitar 15 menit. Sekitar jam setengah 9 take off, dengan penerbangan tanpa hidangan apapun, bahkan air mineral. Penerbangan cukup mulus kecuali pas landing.

Sekitar jam setengah 11 waktu singapura mendarat di terminal 1 Changi, waktu singapura lebih awal satu jam dibandingkan jakarta. Perjalanan satu setengah jam berasa 15 tahun, karena kita berangkat di bandara soekarno hatta yang cukup lawas itu, dan mendarat di Changi yang super mewah dan keren, bahkan ada mallnya. Proses imigrasi lancar, ngambil bagasi, dan tanpa melewati customs sama sekali.

Kita harus nunggu jam 12 buat beli Singapore tourist pass (STP) karena kantornya baru buka jam 12. Singapore tourist pass ini sangan direkomendasikan, karena dengan punya kartu ini, lu bisa jalan2 keliling negara itu pake mrt dan bis sepuasnya hanya dengan S$8 sehari. Mungkin gak segitu murahnya, tapi secara psikologis lumayan bikin lu gak harus mikir 2 kali buat naek transport umum.

Kantor travel information itu ada di terminal 2, jadi kita harus naek skytrain dulu ke terminal 2. Jam 12 teng kantor itu buka dan kita beli 2 kartu. Kita beli yang 2 days pass seharga S$26, S$16 buat biaya pass nya, S$10 sebagai jaminan yang bisa di refund dalam waktu 5 hari.

Setelah punya STP, kita langsung naek ke MRT yang stasiunnya juga ada di terminal 2 tersebut. MRT di singapura keren abis kalo dibandingin dengan KRL jabotabek (yaiyalah..!!). Rutenya terintegrasi dengan feeder2 bis dan jadwal yang sangat teratur. Ini pengalaman pertama naek mrt, hehe.. Dari Changi kita langsung ke hotel, kita harus transit di stasiun tanah merah buat ganti MRT, terus harus ganti bis di Bedok interchange. Dari Bedok kita naek bis no. 32, trus turun di frankel avenue tempat hotel Gas81 berada.

Setelah sampe di hotel dan self check-in, sedikit beres2 dan shalat zuhur + ashar, waktu sudah menunjukkan jam 3 sore, kita langsung jalan ke arah orchard buat makan siang. Agak gagap pas nyampe di stasiun MRT orchard karena kita salah pintu keluar. Jadinya keluarnya di jalan yang sejajar dengan orchard, bukan di orchardnya.

Makan siang pertama sesuai ritual: McDonald. Gw beli double cheese burger dan coke seharga S$7, tidak terlalu murah memang. Lanjut kita langsung survey2 oleh2 di lucky plaza, ini memang tempatnya suvenir2 murah khas singapur. Rencananya baru mau beli besok. Abis survey, kita menjalani ritual memasuiki mal2 yang ada di sepanjang orchard road, mulai dari paragon, takashimaya, dll. Tentu saja cuman cuci mata, secara bandroll disitu paling murah aja udah ratusan dolar. Mana mampuuuu..

Satu hal yang bikin gw takjub, pas gw masuk takashimaya, pas di toko louis vuitton, yang masuk harus ngantri, padahal harga display yang gw liat di etalasi harganya S$5600, gila, segitu banyaknya ya orang kaya di dunia ini. Dan kalo gw liat di jalanan, tidak ada satupun mobil pribadi yang usianya lebih dari 5 tahun. Bahkan gw sering liat ibu2 setengah baya dengan tampilan biasa2 aja mengendarai ferarri, porsche, jaguar, dll. Masserati yang katanya hanya ada 2 buah di Indonesia, berlalu lalang aja di jalanan singapura, ck..ck..ck..

Abis dari orchard road, kita jalan menuju Bugis. Harga2 di bugis junction relatif lebih murah dikit dibandingin di orchard. Tapi tetep aja gw gak beli apa2 disini, cuman kakak gw sempet beli suvenir piring2an gambar singapura gitu di bugis night marketnya. Di sini juga gw sempet beli jus nanas seharga S$1, lumayan pas lagi haus2nya dapet minuman dingin kayak gitu.

Di bugis juga kita makan malem, waktu udah menunjukkan jam 8. Kita makan di restoran cina di pinggir jalan gitu, dan yang terpenting dia pasang logo halal. Oke deh, santapp.. Gw pesen prawn mee seharga S$3,2. Pas makanannya dateng, hmm.. seru, ada udah gede2 tiga biji, kuah medok, dll. tapi pas dimakan *KECEWAAA* gak ada rasanya..

Abis makan malem di bugis, kita jalan ke stasiun MRT bugis untuk menuju ke stasiun City hall menuju ke esplanade dan merlion park. Sampe di stasiun City hall, kita rada nyasar, harusnya kita keluar dari bawah tanah itu ke jalan rafflessdrive, tapi kita malah masuk ke esplanade itu sendiri. Jadinya harus balik arah deh.

Sampe di depan esplanade kita foto2 bentar dengan latar lampu2 birunya esplanade, dilanjutkan dengan foto2 di merlion park. Disini kita duduk2 sampe jam 10 malem, menikmati keindahan merlion park bersama2 dengan turis2 dari berbagai negara lainnya yang sama2 berusaha mendapatkan pose terbaik dengan si mas merlion, hehe..

Jam 10 kita cabut dari merlion park, jalan kembali ke city hall, sambung bis no.32 dan sampe di hotel sekitar jam 11 kurang. Setelah mandi dan beres2, menyusun rencana besok mau kemana aja, baru deh tidur sekitar jam 12 malem.

Minggu, 18 Januari 2009

Seperti yang telah diprediksi sebelomnya, kita berdua bangun kesiangan. Jam setengah 8 kita baru bangun. Langsung shalat subuh, ganti baju, jalan deh. Rencana pagi ini mengunjungi rumah temen kakak gw di daerah yew tee. Dari hotel kita nyoba naek bis tanpa tau tujuannya kemana. Sembarang naek bis aja, hehe.. Di tengah jalan, kita turun bis pertama trus naek lagi bis kedua yang double decker, cuman pengen ngerasain duduk diatas aja. Dan tentu saja semua itu tidak perlu bayar lagi karena kita udah punya 2 days pass yang dibeli kemaren.

Turun bis di stasiun MRT Clarke Quay, beberapa kali transi ganti line MRT, akhirnya sampe di tempat tujuan dalam waktu sekitar 30 menit. Yew tee ini daerah kampungnya singapura, lumayan jau di ujung barat singapur. Tapi tetep aja masih dengan kondisi yang rapih, teratur dan bersih. Gak kayak perkampungan di jakarta. Di rumah temen kakak ini sampe jam 12 an, sekalian numpang transfer foto2 di kamera ke flashdisk karena udah lumayan penuh dipake foto2 seharian kemaren.

Abis dari rumahnya itu, kita diajak ke sebuah mall di daerah woodland. Oia, ternyata target pemerintah singapura itu adalah dibangun tiap mall di setiap stasiun MRT, gila.. pantesan aja perasaan gw ngeliat mall bertebaran dimana2. Di mall di woodland ini gw makan nasi dengan nugget ikan yang dibanjur dengan saus lemon. Rasanya? Huekk..!! asli pengen bikin muntah. Gak enak. Tapi lumayan ternetralisir dengan minuman teh tarik yang enak.

Tujuan selanjutnya adalah kembali ke orchard buat beli oleh2. Kita keliling2 lucky plaza buat nyari bros titipan tante yang bentuknya merlion. Asli susah banget, ternyata cuman 1 toko yang jual bros merlion, sisanya bros2 orchid2 gitu aja. Lumayan lama muter2 di lucky plaza. Trus kita lanjut ke mesjid al-falah, satu2nya mesjid yang ada dikawasan orchard road. Disini kita shalat zuhur + ashar.

Abis dari orchard road, kita jalan ke Vivo city, kita harus naek MRT tanpa harus pindah line dan turun di stasiun Harbour Front. Vivo city ini adalah mall terbesar di singapura, dan dia punya skypark. Asli ada taman lengkap dengan pohon2an dan kolam di lantai teratas sebuah mall. Dari skypark ini kita bisa ngeliat kapal2 yang merapat yang baru datang dari batam dan kita juga bisa ngeliat pulau sentosa.

Dari lantai 3 vivo city ini juga ada stasiun mrt punya pulau sentosa, jadi dengan S$3 kita bisa beli one day pass naek mrt tersebut sepuasnya. Setelah kita beli pass itu, kita naek MRT dan menuju ke pulau sentosa, padahal jam sudah menunjukkan pukul 17.30 waktu itu.

Sampe di sentosa sekitar 5 menit naek mrt, kita cuman keliling2 sebentar tanpa memainkan permainan apapun disitu. Foto2 bentar di siloso beach, trus foto2 di patung merlion, foto2 di imbiah lookout, trus cabut. Terkesan sebentar sih, tapi untuk S$3 sih pemandangan2 dan foto2 yang didapet worth it kok.

Abis dari Sentosa kita jalan ke chinatown. Gila, keluar stasiun chinatown udah kayak keluar di lautan manusia. Bener2 rame abis, secara udah deket sama imlek. Tentu saja barang2 yang dijual disini penuh dengan ornamen2 imlek berwarna merah. Kita gak beli apa2 disini, cuman sempet foto2 bentar aja.

Tujuan berikutnya adalah little india, masih di jalur mrt yang sama. Begitu keluar stasiun, kakak gw udah ngerasa gak enak, karena semua orang disekeliling kita india semua yang lagi duduk2 di rumput2 disekekliling trotoar gitu, dan 99% adalah cowo. Gw kasian juga sama kakak gw, jadinya kita langsung cabut lagi aja dari sana tanpa membeli apapun atau bahkan foto.

Abis dari little india, kita balik lagi ke orchard road buat makan malem dan beli oleh2 yang kelupaan dibeli sebelomnya. Kita makan di burger king di depan borders. Gw sama kakak gw makan whooper, kena S$16 berdua, jelas2 tidak murah. Abis itu mau ke lucky plaza lagi, eh ternyata udah tutup, yaiyalah, udah jam 22.15. Akhirnya kita cuman beli beberapa suvenir dari satu toko yang kebetulan belom tutup.

Abis dari orchard road kita langsung pulang. Sampe hotel sekitar jam 23.00, mandi, shalat, beres2 dan packing2 karena besok pagi langsung check-out.

-bersambung ke part 2-

Solar Eclips

Post kali ini bener2 fresh from the oven, jarang2 gw nulis blog begitu kejadiannya baru berlangsung, hehe..


Barusan terjadi gerhana matahari cincin dari jam 3 sore sampe jam 6. Tapi ternyata puncaknya terjadi sekitar jam setengah 5, dan kejadian itu pas banget pas gw lagi keluar, jadinya bisa ngeliat deh. Kondisi jam setengah 5 itu agak gelap, karena lagi gerhana dan ditambah mendung pula.





















































Walaupun agak ketutup mendung, tapi masih bisa keliatan di foto. Agak susah motonya, tapi di beberapa foto terakhir gw moto dengan sunglass didepan lensa kamera, jadinya bisa keliatan bentuknya.

12 Girls Band

Keren kalo kata gw..

Sharing session UGM / liburan di Jogjakarta

Ini perjalanan yang paling mengesankan buat gw, karena ini adalah kali eprtama seumur2 gw naek kereta jarak jauh. Waktu itu gw dan rombongan naek kereta bisnis Fajar Utama ke jogjakarta yang berangkat tanggal 20 Desember jam 6.20 pagi dari stasiun senen, dan ETA jam 3 sore.

Sabtu 20 Desember 2008
Berangkat dari rumah abis subuh, sampe stasiun mepet jam 6.15. Langsung naek ke kereta, dan disaat kita masih ngatur2 tempat duduk, keretanya jalan, fiuhh.. telat dikit bisa ketinggalan kereta tuh.

Diawal perjalanan masih seru, masih foto2, becanda, ketawa2, makan2, terus tidur. Setelah (perasaan) tidur lamaaa banget, gw bangun, dan gw liat jam: *wtf.. baru jam 9, berarti baru 3 jam jalan?? buset masih 6 jam lagi?? disaat itu gw dah mulai putus asa kebosenan, hehe..

Di tengah perjalanan, tiba2 ada bencong berjilbab ngamen, waduh, sambil ngecrek2 terjadi suatu kejadian tak terlupakan, tu bencong nyolek2 si uchal, dan 2 kali aja.. gila uchal, punya daya tarik terhadap bencong.. Dan gak cuman itu, ada lagi aja bencong yang dateng (yang juga sebagai indikator kalo kerta itu udah masuk jogjakarta), 2 bencong kekar dengan pakaian minim masuk dan bernyanyi dengan dhasyatnya "ewer..ewer..ewer..", phfiuuhh... sereemm.. kayaknya tu bencong kalo siang jadi preman deh, asli, sempak aja kalah kekernya..

Akhirnya setelah memaksakan menikmati perjalanan, dengan foto2 di setiap stasiun yang keretanya berenti (cirebon, porwokerto, dll), makan siang nasi bungkus ibu2 yang lewat2, ngobrol2, tidur, dll, kita sampe di jogjakarta ontime jam 3 sore di stasiun tugu. Begitu sampe, gw dan beberapa orang anak 2005 langsung ngurus tiket pulang buat tanggal 25 Desember malem.

Pas keluar stasiun, bis yang dipake buat nganter jemput rombongan selama di jogja udah nunggu dan kita langsung dianter ke penginapan di rumah neneknya uchal di daerah lor kuncen, lumayan deket sama stasiun dan malioboro. Disitu kita langsung pilih2 kamar, gw sekamar lagi sama hage, banyu, sempak, dan dengan komposisi tempat tidur yang sama dengan pas raker.

Abis pilih2 kamar sekitar jam 5an, kita makan siang larut atau makan malem kepagian. Abis itu bercengkrama sebentar, pas abis magrib, udah waktunya bebas. Gw dan beberapa temen gw berencana ke malioboro.

Di malioboro gw beli sendal batik dengan bentuk kotak abis, aneh, tapi lucu dan murah, cuman 15rb (ditawar dari 35rb). Abis itu yang tersisa masih dalam rombongan tinggal gw, hage, banyu, kumkum, dan mulia. Acara dilanjutkan ke alun2 buat nyobain lesehan. Disitu gw beli jagung bakar (yang asli keras abis) dan es susu. Baliknya kita naek becak ke penginapan. Keselnya sempet dikadalin sama abang becaknya, becak gw diajak muter2 dulu ke keraton dan ujung2nya diturunin di deket malioboro dan dimintain duit 20rb, sialan!! intinya, jangan pernah naek becak di jogja, mending taksi karena lebih MURAH dan lebih NYAMAN.. percayalah..

Minggu 21 Desember 2008
Adalah hari jalan2 kita serombongan. Rute hari ini adalah candi borobudur dan kaliurang. Jam sembilanan kita berangkat dari penginapan ke candi borobudur naik bis yang sama dengan yang ngejemput kemaren. Jam sepuluhan udah sampe di borobudur. Sebenernya gw udah pernah ke borobudur, jadi biasa2 aja. Keliling2 dan foto2 disitu sampe jam 12an, gak ada sesuatu yang terlalu menarik disini.

Perjalanan dilanjutkan makan siang di kaliurang. Kita makan disebuah restoran gitu yang menunya murah2. Awalnya gw makan nasi dengan omelet gitu, cuman 7500an. Tapi berhubung menunya murah2, gw jadi nambah satu porsi lagi, hehe.. Abis makan kita lanjut ke ullen sentalu, adalah sebuah museum adat jawa yang keren dan kesannya bener2 angker. Disitu kita dijelasin tentang keluarga keraton, batik2, tarian2, dll. Disitu kita gak boleh berfoto sama sekali dan gak boleh menyentuh barang2 yang ada disitu sama sekali. hmm... menambah kesan angker. Dan kesan angker itu disempurnakan dengan statement wiydiy yang bilang dia ngeliat penampakan di salah satu foto rame2 kita. *pun gw gak bisa liat sih..

Abis dari ullen sentalu adalah acara bebas yang resmi di malioboro. Gw, hage, kumkum, dan banyu langsung menuju ke alun2 selatan buat nyobain angkringan nasi kucing. Hebatnya, gw makan nasi kucing sebungkus dan 2 gorengan cuman kena 1500 ajah dong.. plus es susu 2000 perak?? murah!! Dari situ balik ke penginapan pake becak lagi dan kena 50rb buat 2 becak, padahal gak jauh2 amat. Makanya mending naik taksi dah..

Senin 22 Desember 2008
Hari ini adalah hari H dimana kita akan melakukan sharing session ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM. Jam 9 setalah sarapan kita berangkat, sampe di UGM jam 10an, kita langsung mengikuti kuliah umum dengan ibu Endang Sih Prapti *nama yang unik memang* tentang arti ilmu ekonomi or something gitu deh. Gw gak terlalu konsentrasi secara badan udah capek banget, yang ada gw berkali2 ketiduran selama kuliah itu. Tapi ibunya baik banget deh, sbenernya jadi gak enak kalo gak meratiin.

Abis kuliah umum, kita diajak muter2 keliling kampus UGM, ngeliat kelas2 dan fasilitas2 lain. Yang hebat adalah adanya ruang dosen yang bener2 dihuni sama dosennya, dimana kalo di UI mah ruang dosen ya ada di kantor masing2 di thamrin, sudirman, kuningan, dll. Abis keliling2 kita makan siang nasi kotak di tamannya UGM.

Abis makan siang, kita punya sharing session dimana antara HIMIESPA dan KANOPI saling bertanya jawab tentang struktur masing2 organisasi dll. Pertanyaan yang dihasilkan lumayan banyak sehingga alhamdulillah diskusinya lumayan hangat. Sesi ini berakhir sekitar jam 3an dan kita berfoto dengan membuat huruf I dan E jadinya IE, hehe..

Selasa 23 Desember 2008
Hari ini officially kegiatan sharing session berakhir, dan udah beberapa orang pulang ke Jakarta. Gw dan temen2 gw anak 2005 pindah ke hotel Virgo yang udah dibooking sehari sebelomnya di daerah sosrowijayan deket Malioboro. Hotel murah yang tempatnya didalem gang, bersih dengan kamar mandi di dalem tanpa AC. Kita pesen tiga kamar buat berlima, karena yang 1 lagi perempuan si Febri. Setelah sarapan jam 10an kita pindah ke hotel tersebut. Dari lor kuncen naek taksi turun di depan stasiun tugu kena cuman 15ribu ber5.

Abis check-in, kita meluncur ke taman sari alias kamar mandinya si sultan jaman dulu. Secara gw juga udah pernah kesini jadinya gak segitu exitednya banget. Abis dari taman sari kita jalan ke keraton. Kalo keraton gw belom pernah sebelomnya, jadi lumayan semangat pas baru mau masuk. Tapi ternyata pas didalem rada kecewa, cukup membosankan dengan cuman ngeliat barang2 keratonan doang, at least been there done that aja lah. Abis dari keraton kita makan siang di nasi gudeg di jalan wijilan yang katanya terkenal. Lumayan lah, sepiring nasi gudeg dengan telor 6ribu rupiah, tapi secara gw gak suka makanan manis jadi rada gak nafsu aja. Abis itu kita ke pasar beringharjo belanja oleh2, batik dimana2, sampe mabok batik gw..

Malemnya gw febri banyu sama hage makan malem di angkringan cak man disekitar tugu, gak terlalu jauh jalan dari hotel. Seperti biasa kita makan nasi kucing, ditemani dengan kopi joss, kopi yang dikasih areng didalemnya, tapi arengnya gak berasa sih. Disitu lumayan malem sampe jam 10an. Pulangnya langsung balik ke hotel setelah sedikit berfoto2 di malioboro.

Rabu 24 Desember 2008
Ini hari terakhir di Jogja, tapi baru berangkat jam 6.30 sore naek Senja Utama. Paginya kita sarapan di soto gareng yang juga terletak di daerah tugu. Abis itu kita balik ke pasar beringharjo buat beli oleh2 yang belom terbeli, dilanjutkan ke mirota batik, dan belanja di malioboro. Balik ke hotel udah jam 1an buat naro barang dan check-out 2 kamar, satu kamar lagi dipake buat naro barang sampe jam 6 sore, bayar setengah harga.

Abis shalat zuhur dan ashar dijamak, kita makan siang pecel di depan pasar beringharjo. Saran yang wajib dilakukan adalah: tanya dulu sebelom mesen atau ngambil sesuatu apapun, karena kalo nggak lu bakal diketok pas bayar. Gw cuman kena 6ribu perak, sedangkan si Banyu yang nambah2 tanpa nanya harga dulu sebelomnya kena 16ribu. Bayangin aja aqua gelas 1000 perak *wtf..

Abis makan siang kita ke benteng vredeburg. Bayar masuknya cuman 750 perak per orang. Murah banget, tapi sepadan dengan apa yang bisa kita liat didalemnya. Gak ada yang bisa diliat selain foto2 yang menurut gw gak menarik. Yang ada gw sempet ketiduran didalem situ gara2 udah gak jelas lagi mau ngapain.

Akhirnya jam 4an kita balik ke hotel buat ngambil barang dan jalan ke stasiun tugu. Jam 6 kita udah sampe di stasiun tugu. Disini ada kejadian dramatis antara tris dan sempak yang baru putus sehari sebelumnya, hehe..

Kereta berangkat ontime jam 6.30 sore, dan gak lama setelah kereta jalan, 2 bencong kekar yang ketemu pas berangkat dateng lagi. "Ewer..ewer..ewer..ewer..". terpaksa deh kita mengikhlaskan 1000 rupiah biar gak dicolek.

bisa liat videonya di http://www.facebook.com/video/video.php?v=41825696767&subj=622154662#/video/video.php?v=41825696767&subj=622154662

Seperti halnya pas bernagkat, gw mulai putus asa 2 jam setelah keberangkatan. Kok gak nyampe2 ya?? setelah berkali2 tidur, bangun, ngobrol, dll. baru deh jam 4 pagi kita sampe di stasiun senen jakarta. Shalat subuh dulu, langsung jalan ke stasiun manggarai pake taksi buat naek kereta jabotabek ke depok. Akhirnya sampe dirumah jam 6 pagi di pagi natal yang cerah itu, hehe..

Jangan lupa liat foto2 gw di http://www.facebook.com/album.php?aid=46092&id=622154662

Sabar yah..

Sebenernya masih ada pengalaman bulan desember yang belom dipost, studi banding ke jogja, tapi sampe saat ini masih belom semangat lagi buat nulis blog, hehe..

Nonton Bola di Senayan

Pengalaman kedua di bulan desember adalah nonton bola di Senayan..

Ceritanya pas abis UAS ekonomi syariah tanggal 16 Desember, gw ada rapat studi banding ke UGM di Kanopi jam 4. pas lagi rapat, tiba2 si Isa nelpon dan ngajakin nonton bola Indonesia vs. Thailand di Senayan jam 7. Hmm.. Boleh juga tuh..

Akhirnya gw selesaikan rapat dengan cepat, trus gw ngajakin riri buat ikut, dan dia mau. Akhirnya jam 6 sore kita bertiga berangkat dari FE ke senayan pake 2 motor, gw dibonceng motornya isa, riri sendirian.

Pas udah sampe di Gatot subroto udah banyak banget konvoyan orang2 pake baju merah dan aksesoris INDONESIA. Rada jiper sih, takut kalo ada kerusuhan. Tapi mana mungkin kembali, si Isa udah semangat banget kayaknya.

Setelah sebelomnya shalat magrib di kali bata, sampe di Senayan jam 7 lebih 5 menit, babak 1 udah mulai. tapi tentu saja kita kesulitan banget nyari parkir, secara kayaknya ada ribuan motor yang diparkir disitu. Abis parkir, ribet nyari tiket, gak nemu2 loket penjualan tiketnya. Akhirnya kita beli cari calo, gak mahal2 amat ternyata, 3 tiket kelas 2 seharga 150rb dijual 160rb. cuman ngambil untung 10rb buat tiga tiket calonya.

Kita dapet di tribun bawah goal side. Sempet berkali2 pindah tempat buat nyari temapt yang paling pewe. Begitu dapet tempat, baru deh bisa menikmati pertandingan dengan nyaman, pun sebenernya gw gak suka bola sih, tapi menikmati momentnya aja, hehe.. Emang sih, ini stadion keren, gede banget, dipenuhi sama ribuan orang, mulai dari abang2 sampe karyawan2 yang kerja di scbd, ck..ck.. kebayang kalo dibom korbannya pasti banyak, hehe..

Pas lagi pertandingan itu, si riri beli teh poci, harganya 5ribu, dan diyakini itu bukan teh poci sebenernya, dasar penipuan..

Pertandingan berlangsung 2 x 45 menit dan ternyata Indonesia kalah 1-0. Sebelom pertandingan berakhir polisi udah pada jaga2 dibawah, jadi jiper juga gw, takut rusuh. Emang sih mulai banyak botol aqua yang dilemparin orang2 yang ada di tribun atas kebawah. Langusng deh kita cari temapt aman biar gak kena timpuk. Bahkan kadang2 ada aja orang yang kencing dari atas. Apes banget kalo kena..

Setelah memastikan kekalahan, pertandingan berakhir, para penonton keluar, gw bertiga nunggu sepi dulu, takut barbar pas di pintu keluar. Keluar sih lancar, ke parkiran, dan masalah timbul begitu mau keluar dari parkiran. Gila, super macet..

Setelah berhasil keluar dari parkiran, kita menuju jalan asia afrika buat selanjutnya makan malem di nasi goreng kambing di kebon sirih. ngelewatin sudirman, thamrin, puter arah di tanah abang, ngelewatin sabang, nyampe deh di kebon sirih. Gw pengennya nasi goreng ayamnya aja, secara gak suka kambing, tapi sedihnya ayamnya abis, terpaksa deh makan nasi goreng kambing, uek..!! dan gila aja, seporsi sekarang 19ribu?? perasaan terakhir gw makan disitu masih 12 ribu..

Abis makan kita langsung meluncur ke depok lewat antasari. sampe rumah jam 12 lewat, mandi tidur deh.. end of my 2nd story in december 2008..

Ngawas CPNS di Medan

Tanggal 9-10 Desember kemaren gw dapet jatah ngawas CPNS BPK di Medan, thanks to decil yang udah masukin nama gw dalam daftar pengawas. Lumayan, jalan-jalan gratis dengan akomodasi lengkap, dipabay pulak. Tapi untuk yang punya hati nurani bersih, harus siap-siap kecewa. Kenapa? silahkan scroll mouse anda kebawah..

Dimulai dari briefing tanggal 6 Desember di UI salemba, semua pengawas mahasiswa dikumpulin, dan tebak!! kita diajarin buat bikin bon palsu biar dapet reimburse hotel yang besar. Gila, tu orang ngejelasin ke mahasiswa2 dengan tanpa perasaan bersalah, padahal dia ngajarin orang buat nyolong. Gimana indonesia gak high cost economy..

Abis briefing lanjut ke gedung BPK di jalan proklamasi. Disitu kita dibagiin duit akomodasi selama di daerah. Lumayan, satu orang dapet 1,2 juta buat 2 hari, dengan jatah reimburse hotel 400rb buat semalem. Tapi sialnya gw masuk grup medan 1 dimana di grup itu, yang mahasiswa cuman gw sendiri. Sisanya bapak2 ibu2 pegawai Bappenas. Dan mereka sibuk dengan nyari2 hotel murah dengan bon hotel mahal. Akhirnya disepakati kalo kita nginep di mess Unimed (Universitas Negeri Medan), satu kamar 100rb bagi 2, dengan bon Hotel bintang 3 seharga 400rb semalem satu orang. *wtf..

Sudahlah, bodo amat, dosa sendiri ini. Yang penting gw cuman bakal ngambil reimburse 50 ribu, sesuai dengan harga yang gw bayarin.. Yang penting jalan-jalan gratis, naek garuda pulak..

Tanggal 9 grup gw kumpul di Proklamasi sebelom berangkat bareng ke bandara. Abis subuh gw udah berangkat karena kita ngumpul di proklamasi jam setengah 7. Seperti biasa orang indonesia, baru ngumpul jam setengah 8. Langsung jalan ke bandara pake bis yang udah di charter. Sampe di terminal 2F jam 9, kita pake pesawat Garuda Indonesia yang berangkat jam 10.50, sampe di Medan jam 13.20. Langsung check-in, gw misah sama bapak2 itu. Berhubung masih ada waktu sekitar 2 jam, gw jalan2 sendiri aja sambil telpon2an. Abis itu sempet ngopi dulu di starbucks, beli hot hazelnut latte. Di bandara ketemu banyak banget anak2 FE yang juga ngawas ke seluruh indonesia. Ketemu Yosier yang mau ke batam, ada yang ke lampung, makassar, denpasar, dll.

Penerbangan ontime dan cenderung lancar. Dapet bangku di 19E, sial, gak dapet jendela/isle. terpaksa diapit sama bapak2 korup itu. Makan siang nasi goreng dengan minum cocacola, seperti biasa makanan Garuda gak ada rasanya.

Mendarat di Polonia Medan jam setengah 2an, ngantri bagasi, dll. baru bisa keluar jam 2an. Udah ditunggu sama bis dari Unimednya, kita langusng naek bis menuju penginapan. Sialnya esia gw selama di Medan gak bisa di Gogo, jadinya hanya bergantung ke IM3 dan orang2 pada gak bisa ngehubungin gw. Sampe di Unimed sekitar jam setengah 3 kita ngetek kamar masing2. Kamarnya lumayan bersih, pake AC, ada tv. Tapi sialnya gw sekamar sama bapak2 perokok. Ngerokok sih gak masalah selama gak didalem kamar berAC, please!!

Jam 4 kita briefing sama pengawas2 lokal di balairungnya Unimed. Dan tebak, para pengawas lokal adalah dosen2. Gila aja, gw sebagai pengawas pendamping nyuruh2 para pengawas lokal yang notabenenya udah bapak2 dan ibu2. Tapi untungnya mereka baek2, bahkan ada yang ngajak gw keliling2 medan. Briefing kelar jam 5an, tapi ada masalah di penomoran tempat duduk (untungnya bukan sektor gw). Bapak2 ibu2 itu repot banget ngeganti2 susunan tempat duduk sampe2 kita baru bisa keluar abis magrib, edan..

Abis itu kita balik ke mess buat mandi dll. Jam setengah 8 kita jalan bareng buat makan malem. Kita makan di restoran Garuda. Katanya restoran paling enak di medan. Bondan winarno juga pernah makan disini sih. Tapi rasanya biasa2 aja, gak sebanding dengan harganya. Makan ber-14 kena 2 juta!!! untung dibayarin.. Abis makan kita beli oleh2 bika ambon di jalan majapahit, gw cuma beli satu kotak kecil yang rencananya buat oleh2 ke nek angah (adeknya nenek), buat oleh2 gw ke jakarta dibeli besok aja biar lebih awet. Dilanjutkan dengan pesta duren. Kita beli duren sampe bagasi mobil itu (L300) penuh dengan duren. Total harganya 900rb an, hampir sejuta. Durennya dimakan di penginapan. Abis pesta duren, kita balik ke kamar masing2 buat tidur.

Besok paginya gw bangun jam setengah 6. Disuruh kumpul di Balairung jam 7. Beres2 mandi dll, keluar kamar jam setengah 7, jrengg.. masih gelap. Kayaknya di jakarta udah silau deh jam seigtu.. Jam 7 sampe di balairung, ketemu dengan para pengawas lokal, dan ujian dimulai. Ujian gak penting buat gw bahas disini. Intinya gw sebgai pengawas pendamping cuman bertugas buat ngawasin pengawas lokal, jadi gak perlu turun langsung ngawasin peserta, hehe.. bisa berleyeh2.. ujian berlansugn dari jam 9-12.

Begitu ujian beres jam 12, diakhiri dengan penghitungan soal dan kerupuk2nya, kita makan siang bareng (nasi kotak) di lokasi. Bla..bla..bla.. baru bisa keluar dari lokasi jam 1, beres2 di kamar, jam 2 baru bisa cabut dari Unimed. Dan petualangan pun dimulai..

Pesawat pulang jam 19.45. Seenggaknya ja 6 sampe di Bandara. Jadi gw punya waktu sekitar 4,5 jam buat muter2 sendiri, hehe.. Rencana pertama adalah ke rmah nek angah, trus balik ke majapahit beli oleh2, trus gak jelas deh, hehe..

Abis nanya2 angkot yang ke arah sei belutu rumahnya nek angah, gw disuruh naek angkot no 20. Pas diatas angkot gw telp ke rumah nek angah, sialnya beliau lagi ke rumah sakit dan baru pulang abis magrib. Hyah.. gak bakal sempet. Akhrirnya tujuan diubah, setelah ngobrol2 bentar sama mahasiswa unimed yang kebetulan seangkot, dia nyaranin buat ke medan fair, katanya "disitu ada carrefour, abang bisa belanja2" GUBRAK!! di jakarta banyak carrefour kali mbak. Tapi akhirnya gw turun juga di medan fair. Muter2 bentar, trus jalan lagi ke majapahit buat beli oleh2. Menuju majapahit gw naek bentor (akhrinya ngerasain naek bentor), tentu saja sambil terus berfoto. Bayarnya 15rb ke majapahit lanjut ke sunplaza. Di jalan majapahit gw beli bika ambon zulaikha, manisan jambu (atas rekomendasi rani), jus markisa dan terong belanda.

Abis dari jalan majapahit lanjut ke sunplaza dengan bentor yang sama. si bapaknya nungguin. di sunplaza gw udah bingung mau ngapain. cuma muter2 gak jelas. jauh2 ke medan cuman buat muterin mal?? basi!! Abis muter2, gw nyantai dulu sekalian istirahat di J.co. Sampe jam 5an di sunplaza. Trus gw sempet masuk ke Mesjid agung (atas rekomendasi wina) yang terletak persis disebelah sunplaza. Pun gw udah shalat ashar dijamak, tetep aja gw masuk dan foto2 bentar, hehe..

Abis dari masjid agung, udah waktunya ke bandara. Pas gw nyari2 bentor, gw ngelewatin kantor gubernur Sumatra Utara, gak lupa foto dulu, hehe.. Dari situ dapet bentor ke bandara, kena 10rb. Ternyata bentor gak bisa masuk bandara, jadi harus turun di pintu masuk. Di pintu masuk itu banyak ojek yang nawarin gw buat ke terminal domestik. Gw pikir gak akan jauh2 amat, ternyata lumayan gila.. menges juga.. jalan sekitar 5 menit dari gerbang sampe terminal domestik.

Sampe terminal jam 6.15 udah ditugguin sama grup Medan 1, kita check-in, pake Garuda Indonesia jam 19.45. dapet seat di 18C, sial gak dijendela lagi, tapi lumayan gak harus diapit orang. Sambil nunggu boarding, gw shalat magrib dulu, eh pas lagi shalat, gw ketemu si dingga, pengawas mahasiswa yang ngawas di Banda Aceh, ternyata dia lagi transit dari banda aceh dan satu pesawat sama gw untuk rute medan-jakartanya.

Ternyata itu orang banci foto juga, gw foto2 sama dia, mulai dari ngantri boarding, di bis pas mau ke pesawat, di samping pesawat, bahkan di tangga mau naek pesawat, buset dah..



Penerbangan super on-time jam 19.45, tetap dengan makanan (nasi + ikan) yang gak ada rasanya. Penerbangan kali ini super dahsyat. berasa naek metro mini di jalan rusak. Gubrak-gabruk abis. dan pas diliat diluar, kilat menyambar2, cuacanya lagi jelek banget. dan ternyata hal itu juga dirasakan sama ciuk yang ngawas dari pekanbaru dan yosier yang dari batam.

Mendarat di soekarno hatta jam 22.15, ngambil bagasi dll, baru bisa keluar jam 22.45 an. Masih harus ke Jalan proklamasi lagi buat naro berkas2 soal dan jawaban. baru bisa pulang dari proklamasi jam 12, sampe rumah jam 1 pagi. ffiuhh..

Sekian pengalaman gw ngawas CPNS BPK di Medan, dan yang terpenting jalan2 sendirian di kota yang berjara lebih dari 1500km dari jakarta, hehe..

liat foto2nya juga di facebook gw di http://www.facebook.com/profile.php?id=622154662&ref=profile#/album.php?aid=43774&id=622154662

Pertama kali di tahun 2009

Hmm.. terbukti kalo blog ini bener2 gak sehat, asupan nutrisinya seenak pantat gw aja..
Sebenernya udah lama pengen nulis blog yang ini (basi banget, tiap blog pasti diawali dengan kalimat ini), tapi apa daya waktu tak ada..
Bulan desember kemaren adalah bulan yang penuh pengalaman baru buat gw. Mulai dari bikin paspor halal pertama kali dan selesai dengan cepat (lihat postingan sebelom ini), ngawas CPNS BPK di medan, nonton bola di senayan, studi banding ke UGM, ngejemput mpok yang baru pulang dari ostrali, sampe menutup tahun 2008 dengan dapet nilai C pertama kali selama 7 semester kuliah.
Masing-masing bakal gw jelasin di stu blog tersendiri.. enjoy..