Khotbah Jumat


Barusan khotbah Jumat mengusung tema tentang pamrih dalam beribadah. Intinya banyak manusia yang beribadah bukan karena kebutuhan dan kecintaan terhadap Allah SWT. tetapi lebih karena ingin mendapatkan pahala atau sedang punya keinginan.

Tapi ada satu kalimat dari khotbah tersebut yang IMHO agak-agak rancu bila tidak dicerna terlebih dahulu. Khatib mengatakan: "Allah sangat suka mendengar rintihan hambanya di tengah malam, oleh karena itu Allah memberikan cobaan yang berat kepada hamba tersebut".

Hmm.. gw bisa mengerti maksudnya. Maksud si khatib tersebut adalah: jangan berpikir kalau kita diberi cobaan yang berat, artinya Allah benci sama kita, malah kebalikannya. CMIIW. Tapi gw agak khawatir sama jemaah yang kurang mencerna kalimat tersebut sehingga mengartikan sebagai berikut: "Allah kenapa tega banget ya, mendingan gw gak usah dicintai kalau gitu, gak akan dikasih cobaan berat kan?".

Mungkin ada baiknya kalau kalimat di khotbah tersebut diparafrase seperti ini: "Jika kita mendapatkan cobaan yang berat, jangan menyerah, itu merupakan bukti bahwa Allah mencintai kita, sehingga Dia rindu akan suara doa rintihan kita di malam hari". Mungkin lebih mudah dicerna. IMHO.